28 April 2009

asas-asas pengembangan kurikulum

BAB. I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kuriukulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daera, maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyasrakat, sebagai pimpinan instansi formal maupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan dan lebih kreatif serta inofatif. Kurikulum mempunyai andil besar dalam melahirkan harapan tersebut.

Kemajuan teknologi dan zaman serta makin tingginya pradaban manusia yang selalu meningkat seriring dengan berjalannya waktu secara tidak langsung menuntut dunia pendidikan untuk menciptakan suatu sistem yang mampu membentuk generasi-generasi yang kompeten dan berdaya guna tinggi dalam kehidupan, dengan kata lain pengembangan kurikulum yang merupakan jiwa dari proses pendidikan merupakan suatu hal yang harus dilaksakan guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan zaman.

Makalah ini disusun dengan tujuan memberikan penjelasan dan gambaran tentang beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan dalam proses pengembangan kurikulum, serta faktor-faktor yang berpengaruh didalamnya, dan hambatan-hambatan yang biasa muncul dalam penerapan pengembangan kurikulum dilapangan serta model-model pengembangan kurikulum.

BAB. II
PEMBAHASAN MASALAH

A. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa sekolah,. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat, nilai-nilai, dan perbuatan pendidikan. Kurikulum disusun oleh ahli pendidikan/ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidik, pejabat pendidikan, pengusaha, serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Rencana ini disusun dengan maksud memeberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan dalam proses pembimbinngan terhadap siswa guna mencapai tujuan yang dicita-citakan.

B. Prinsip-Prinsip umum
Ada beberapa perinsip umum dalam pengembangan kurikulum diantaranya:
1. Relevansi
Relevansi, ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum, yaitu: relevansi keluar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. Relevansi keluar maksudnya: tujuan, isi, dan proses pembelajaran yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat. Kurikulum menyiapkan siswa untuk dapat hidup dan bekerja dalam masyarakat. Kurikulum bukan hanya mempersiapkan siswa untuk masa sekarang saja, namun juga untuk masa yang akan datang. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam, yaitu harus adanya kesesuaian antara koponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, penyampaian, dan penilaian.
2. Fleksibelitas
Fleksibelitas, kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel dalam mempersiapkan para siswa. Kurikulum hendaklah memepersiapkan siswa untu masa sekarang dan yang akan datang, untuk disini dan ditempat lain, dan bagi siswa yang berlatar belakang kemampuan yang berbeda. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid namun dalam penerapannya dapat disesuaikan dengan kultur dan keadaan daerah masing-masing serta kemampuan anak.
3.K0ntinuitas
Kontinuitas, yaitu berkesinambungan. Perkembangan pola dan proses belajar anak berkangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus atau terhenti-henti. Oleh sebab itu pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat dengan tingkat yang lain, antara satu kelas dangan kelas yang lain, dan antara satu jenjang dangan jenjang yang lain. Pengembangan kurikulum hendaklah dilaksanakan secara serempak yang mengharuskan adannya komunikasi dan kerjasama antara pengembang kurikulum ditingggat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.
4. Praktis
Praktis, mudah dilaksanakan menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Betapa bagus dan sempurnanya sebuah kurikulum namun apabila dalam penerapannya membutuhkan dana yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sulit diterpkan dilapangan.
5. Efektif
Efektif. Walaupunn kurikulum itu harus murah, mudah, dan sederhana namun keberhasilanpun harus diperhatikan. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik secara kualitas maupun kuantitas.


C. Prinsip-prinsip Khusus
Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum; Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan, isi, pengalaman, belajar, dan penilaian.

Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan.
Yujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaklah mengacu pada tujuan pendidikan yang ada baik tujuan yang bersifat jangka panjang, menengah, maupun jangka pendek. Perummusan tujuan pendidikan bersumber pada:
Ketentuan dan kebijakn pemerintah.
1) Survey mengenai persepsi masyarakat mengenai kebutuhan mereka.
2) Survai tenteang pandanagan para ahli pada bidang-bidang tertentu.,
3) Survei tentang manpower.
4) Pengalaman Negara-negara lain dalam menghadapi masalah yang sama.
5) Penelitian.

Prinsip yang berkenaan dengan isi pendidikan.
Dalam memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan oleh para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya:
1) Perlu penjabaran tujuan pendidikan dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.
2) Isi bahan pembelejaran haruslah meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
3) Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis.

Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses pembelajaran
Pemilihan proses pembelajaran hendaklah memperhatikan beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan:
1) Apakah metode/tehnik pembelajaran yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran ?
2) Apakah tehnik tersebut dapat melayani kebutuhan individual siswa yang berpariasi ?
3) Apakah tehnik tersebut dapat menciptakan kegiatan yang dapat memacu keceradasan kognitif, afektif, dan psikomotorik sisiwa ?

Prinsip yang berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
Penilaian merupakan bagian integral dai sebuah proses pembelajaran oleh karena itu dalam perencanaan pembuatan alat penilaian (test) hendaklah dapat menjamah ranah-anah penilaian dari segi kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
B Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum.

Ada beberapa inanc yang sangat berpengaruh dalam pengembangan kurikulum diantaranya:

Perguraun Tinggi
Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh daru Perguruan Tinggi. Pertama, dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Perguruan Tinggi umum. Kedua, dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta panyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi yang akan mengisi dunia pendidikan.

2. Masyarakat
Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang menjadi agen untuk memepersiapan anak didiknya untuk dapat hidup dan berperan dalam masyarakat. Sebagai agen sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat disekitar sekolah tersebut berada. Isi kurikulum hendaklah mencerminkan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat disekitarnya, sekolah harus mampu menyerap aspirasi dari masyarakat.

Sistem nilai
Dalam kehidupan masyarakat terdapat system nialai baik berupa nilai moral, keagamaan social, budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagi lembaga pendidikan bertanggung jawab atas penerusan nilai-nilai tersebut.
C. Artikulasi dan hambatan pengembangan kurikulum

D. Artikulasi pengembangan kurikulum
Artikulasi pendidikan berarti “kesatu paduan dan koordinasi segala pengalaman belajar”. Untuk mereealisasikan artikulasi kurikulum, perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh, membuang hal-hal yang tidak diperlukan..
Untuk menyusun artikuklasi pendidikan diperlukan kerjasama dari berbagai pihak antaranya : universitas, para administrator, kepala sekolah, guru pada setiap jenjang pendidikan, orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat.

E. Hambatan pengembangan kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan diantarantnya:
a) Hambatan dari guru, guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum, hal ini disebabkan beberapa hal diantaralain: kurangnya waktu dan pengetahuan guru atau adanya ketidak sesuaian pendapat, baik anatara inanc guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator.
b) Hambatan dari masyarakat, untuk mengembangkan kurikulum dibutuhkan dukungan dari masyarakat, baik dari segi pembiayaan maupun umpan balik dari proses pengembangan kurikulum tersebut.
c) Hambatan financial, dalam pengemabangan kurikulum tentunya memebutuhkan biaya apalagi suatu materi yang berbentuk eksperimen..





BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kurikulum juga dapat diartikan sebagai pendidikan, karena mempunyai banyak aturan dan kaidah yang mengatur pendidikan manusia yang sepenuhnya dan dapat dilaksanakan oleh semua guru dan siswa/i. secara pribadi maupun golongan yang mengatur bagaimana kita semua harus berjuang di masyarakat yang memerlukan bantuan penyelenggara Negara untuk dapat dilaksanakan. Oleh semua pihak, juga bermakna bahwa kurikulum dan pendidikan tidak dapat dipisahkan.
Demikianlah tugas kelompok yang berjudul “Pengembangan Kurikulum“ ini, mudah-mudahan tugas yang telah kami buat ini bermanfaat bagi kita semua dan harapan kami adalah semoga tugas ini bisa memuaskan dewan guru. Kami menyadari tugas ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya, Hal ini dikarenakan karena keterbatasan kemampuan kami semua. Untuk itu kami mohon kepada semua pembaca untuk memaklumi dan memberikan masukan keapda kami. Atas masukannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar